PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL MELALUI 8 FUNGSI KELUARGA

Posted: 18/05/2013 in Uncategorized

Image

A. Pendahuluan
Memasuki kehidupan berkeluarga tentunya memerlukan persiapan yang
matang dari setiap pasangan. Menyiapkan pribadi yang matang sangat
diperlukan dalam membangun keluarga yang harmonis. Menyiapkan
pribadi yang matang dapat dilakukan melalui penanaman nilai-nilai moral
dengan melaksanakan 8 fungsi keluarga yaitu fungsi agama, sosial budaya,
cinta kasih dan sayang, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan,
ekonomi, dan lingkungan. Dalam setiap fungsi keluarga terdapat nilai-nilai
moral yang harus diterapkan dalam keluarga.

Image

B. 8 Fungsi Keluarga
Pengamalan nilai-nilai moral menurut 8 fungsi keluarga dapat diuraikan
sebagai berikut:

1. Fungsi agama
Agama adalah kebutuhan dasar bagi setiap manusia yang ada sejak
dalam kandungan. Keluarga adalah tempat pertama seorang anak
mengenal agama. Keluarga juga menanamkan dan menumbuhkan serta
mengembangkan nilai-nilai agama, sehingga anak menjadi manusia
yang berakhlak baik dan bertaqwa.
Dalam fungsi agama, terdapat 12 nilai dasar yang mesti dipahami dan
ditanamkan dalam keluarga. Dua belas nilai dasar tersebut diantaranya:
a. Iman, yang dimaksud dengan iman yaitu mempercayai akan adanya
Allah SWT, Tuhan YME, mengamalkan segala ajaranNya.
b. Taqwa, yang dimaksud dengan taqwa adalah mengamalkan segala
sesuatu yang diperintahkan dan menghindari segala yang dilarang
Allah SWT.

c. Kejujuran, yang dimaksud dengan kejujuran yaitu menyampaikan
apa adanya.
d. Tenggang rasa ditandai dengan adanya kesadaran bahwa setiap
orang berbeda dalam sifat dan karakternya.
e. Rajin, maksudnya menyediakan waktu dan tenaga untuk
menyelesaikan tugasnya dengan berusaha untuk mendapatkan hasil
yang terbaik.
f. Kesalehan, maksudnya adalah memiliki nilai moral yang tinggi
dengan melakukan sesuatu yang benar secara konsisten.
g. Ketaatan, maksudnya dengan segera dan senang hati melaksanakan
apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya.
h. Suka membantu, memiliki kebiasaan menolong dan membantu
orang lain tanpa mengharapkan imbalan.
i. Disiplin, maksudnya menepati waktu, mematuhi aturan yang telah
disepakati.
j. Sopan santun, maksudnya adalah seseorang yang berperilaku sesuai
dengan norma-norma dan nilai-nilai agama.
k. Sabar dan Ikhlas, maksudnya kemampuan seseorang untuk menahan
diri dalam menginginkan sesuatu serta dalam menghadapi suatu
kesulitan.
l. Kasih sayang, merupakan ungkapan perasaan dengan penuh
perhatian, kesadaran dan kecintaan terhadap seseorang.

2. Fungsi Sosial Budaya

Image
Manusia adalah makhluk sosial, ia bukan hanya membutuhkan orang lain
tetapi juga ia membutuhkan interaksi dengan orang lain. Setiap keluarga
tinggal disuatu daerah dengan memiliki kebudayaan sendiri. Keluarga
sebagai bagian dari masyarakat diharapkan mampu mempertahankan
dan mengembangkan sosial budaya setempat.
Dalam fungsi sosial budaya, terdapat 7 (tujuh) nilai dasar yang mesti
dipahami dan ditanamkan dalam keluarga. Tujuh nilai dasar tersebut
diantaranya:
a. Gotong royong, melakukan pekerjaan secara bersama-sama yang
dilandasi oleh sukarela dan kekeluargaan.

b. Sopan santun, perilaku seseorang yang sesuai dengan norma-norma
sosial budaya setempat.
c. Kerukunan, hidup berdampingan dalam keberagaman secara damai
dan harmonis.
d. Peduli, mendalami perasaan dan pengalaman orang lain.
e. Kebersamaan, adanya perasaan bersatu, sependapat, dan
sekepentingan.
f. Toleransi, bersikap menghargai pendirian yang berbeda atau
bertentangan dengan pendirian sendiri.
g. Kebangsaan, kesadaran diri sebagai warga negara Indonesia yang
harus menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsa.

3. Fungsi Cinta dan Kasih Sayang
Mendapatkan cinta kasih adalah hak anak dan kewajiban orangtua untuk
memenuhinya. Dengan kasih sayang orangtuanya, anak belajar bukan
hanya menyayangi tetapi juga belajar menghargai orang lain. Dalam
fungsi cinta dan kasih sayang terdapat 8 (delapan) nilai dasar yang mesti
dipahami dan ditanamkan dalam keluarga, diantaranya adalah:
a. Empati, adalah memahami dan mengerti akan perasaan orang lain
b. Akrab, hubungan yang dilandasi oleh rasa kebersamaan dan
kedekatan perasaan
c. Adil, memperlakukan orang lain dengan sikap tidak memihak
d. Pemaaf, dapat menerima kesalahan orang lain tanpa perasaan
dendam
e. Setia, maksudnya adalah setia terhadap kesepakatan
f. Suka menolong, ditandai dengan tindakan suka menolong dan suka
membantu orang lain
g. Pengorbanan, kerelaan memberikan sebagian haknya untuk
membantu orang lain
h. Tanggung jawab, mengetahui serta melakukan apa yang menjadi
tugasnya.

4. Fungsi Perlindungan
Keluarga mempunyai fungsi sebagai tempat berlindung bagi anggota
keluarga. Dalam hal ini dimaksudkan bahwa keluarga harus memberikan
rasa aman, tenang dan tenteram bagi anggota keluarganya.
Dalam fungsi perlindungan terdapat 5 (lima) nilai dasar yang mesti
dipahami dan ditanamkan dalam keluarga. Nilai dasar tersebut
diantaranya:
a. Aman, dimaksudkan suatu perasaan yang terbatas dari ketakutan
dan kekhawatiran
b. Pemaaf, memberitahukan atau menunjukkan kesalahan seseorang
dan memberi kesempatan untuk memperbaikinya
c. Tanggap, maksudnya mengetahui dan menyadari sesuatu yang akan
membahayakan/mengkhawatirkan
d. Tabah, mampu menahan diri ketika menghadapi situasi yang tidak
diharapkan
e. Peduli, suatu upaya untuk memelihara, melindungi lingkungan dari
kerusakan

5. Fungsi Reproduksi
Salah satu tujuan dari perkawinan adalah memperoleh keturunan
sebagai pengembangan dari tuntunan fitrah manusia. Dalam hal ini
keturunan diperoleh dengan bereproduksi oleh pasangan suami istri
yang sah.
Dalam fungsi reproduksi terdapat 3 (tiga) nilai dasar yang mesti dipahami
dan ditanamkan dalam keluarga. Nilai dasar tersebut diantaranya:
a. Tanggung jawab dimaksudkan untuk mengetahui apa yang menjadi
tugasnya
b. Sehat dimaksudkan untuk keadaan sehat secara fisik, fungsi dan
sistem reproduksi serta rohani/emosional, orang yang sehat dalam
fungsi reproduksi dicirikan dengan kemampuan seseorang menjaga
kebersihan dan kesehatan reproduksinya
c. Teguh dimaksudkan adalah kemampuan untuk menjaga fungsi
reproduksi yaitu menjaga kesucian organ reproduksinya sebelum
menikah.

 6. Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan
Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, artinya manusia dalam
kehidupannya saling membutuhkan bantuan satu sama lain, hidup
secara berkelompok dan bermasyarakat.
Dalam fungsi sosialisasi dan pendidikan terdapat 7 nilai dasar yang mesti
dipahami dan ditanamkan dalam keluarga.
Ketujuh nilai dasar tersebut diantaranya:
a. Percaya diri yaitu kebebasan berbuat secara mandiri dengan
mempertimbangkan serta memutuskan sendiri tanpa bergantung
pada orang lain.
b. Luwes yaitu mudah menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi
misalnya dengan mudah menerima pendapat orang lain serta dapat
bergaul dengan siapa saja.
c. Bangga yaitu perasaan senang yang dimiliki, ketika selesai
melaksanakan tugas/pekerjaan yang menantang atau berhasil
meraih sesuatu yang diinginkan.
d. Rajin yaitu menyediakan waktu dan tenaga untuk menyelesaikan
tugasnya dengan berusaha untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Orang rajin dicirikan dengan selalu menyediakan waktu tanpa
mengenal menyerah serta mempunyai cita-cita.
e. Kreatif yaitu mendapatkan banyak cara untuk melakukan sesuatu.
Orang kreatif dapat dicirikan dengan selalu banyak ide/gagasan
dalam melakukan sesuatu, tidak pernah berhenti.
f. Tanggungjawab yaitu mengetahui serta melakukan apa yang
menjadi tugasnya.
g. Kerjasama yaitu melakukan sesuatu pekerjaan secara bersama-sama.

7. Fungsi ekonomi
Fungsi ekonomi adalah serangkaian dari fungsi lain yang tidak dapat
dipisahkan dari sebuah keluarga. Fungsi ini dilakukan dengan cara
mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan
keluarga.
Dalam fungsi ekonomi terdapat 3 (tiga) nilai dasar yang mesti dipahami
dan ditanamkan dalam keluarga. Nilai dasar tersebut diantaranya:

a. Mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan
keluarga
b. Pengaturan dan penggunaan penghasilan keluarga untuk
memenuhi kebutuhan keluarga
c. Menabung untuk memenuhi kebutuhan keluarga di masa yang
akan datang

8. Fungsi Lingkungan
Upaya pengembangan fungsi lingkungan ini dimaksud sebagai wahana
bagi keluarga agar dapat mengaktualisasikan diri dalam membangun
dirinya menjadi keluarga sejahtera.
Dalam fungsi lingkungan terdapat 2 (dua) nilai dasar yang mesti
dipahami dan ditanamkan dalam keluarga. Kedua nilai dasar tersebut
diantaranya:
a. Bersih, maksudnya suatu keadaan lingkungan yang bebas dari
kotoran, sampah dan polusi.
b. Disiplin, maksudnya mematuhi aturan dan kesepakatan yang
berlaku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s